180 Juta Vaksin di Akhir Tahun itu Angin Surga

180 Juta Vaksin di Akhir Tahun itu Angin Surga – Pernyataan pemerintah soal vaksin covid-19 yang kemungkinan siap disuntikkan pada akhir tahun 2020 dinilai sebagai hembusan angin surga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun belum dapat memastikan 100 persen tentang vaksin corona. Kata Jokowi: “Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan”.

Jokowi yakin bila vaksin corona telah disuntikkan, situasi sudah bisa normal kembali. Ia mengatakan yang akan disuntik dalam kisaran 170 juta hingga 180 juta.

“Yang disuntik kurang lebih 170 – 180 juta, butuh berapa bulan juga, ini memerlukan kerja keras kita semua,” kata Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/9) dikutip cnbc.com.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono berpendapat, penyuntikan vaksin di akhir tahun atau awal tahun 2021 jelas tidak mungkin dilakukan.

Sebab, kata Pandu, proses persiapan vaksin corona masih panjang. Bahkan, menurutnya sampai saat ini belum ada kesepakatan secara internasional terkait vaksin apa yang akan digunakan.

Pandu menganggap pernyataan Jokowi itu hanya untuk memberikan kesan kepada masyarakat bahwa pemerintah telah berupaya keras untuk menghadirkan vaksin corona di Indonesia.

“Bahwa pemerintah sudah berusaha untuk memberikan vaksin secepat-cepatnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tapi itu tidak realistis, kan masih ada uji vaksin masih belum selesai, belum ada kesepakatan,” kata Pandu, Selasa (30/9).

Pandu menjelaskan proses uji klinis yang saat ini dilakukan menjadi bagian penting dari vaksin corona. Lewat uji klinis ini dapat diketahui efektivitas dan bagaimana tingkat keamanan vaksin.

Efektivitas vaksin ini, kata Pandu, juga masih menjadi pertanyaan, apakah efektif mencegah penyakit atau mencegah infeksi.

“Jadi penelitian ini belum selesai dan banyak masalah yang mungkin saja tidak bisa dievaluasi sendiri, enggak mungkin hanya dievaluasi data Indonesia, ini uji vaksin juga dilakukan di negara lain,” ucap Pandu.

Sementara, Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah beranggapan bahwa pernyataan yang disampaikan Jokowi itu merupakan bagian dari tugasnya selaku kepala negara.

Leave a Reply